[Ficlet] 1.11 Lee Seunghoon

B6_0Oz3CYAAXLUk

1.11 Lee Seunghoon

By Noranitas

Main cast WINNER’s Lee Seunghoon, OC Genre Friendship, Romance Rating PG-15, G Length Ficlet

Happy reading!

|

“Lee Seunghoon. Cepat tiup lilinnya!”

***

Gadis itu terlihat tergopoh-gopoh membawa sebuah kotak cake ditangan kanannya yang bertuliskan sebuah nama bakery terkenal dikota Seoul dipermukaan kotaknya. Tangan kirinya tak kalah sibuk dari tangan lainnya. Sebuah boneka singa yang besar dan tingginya hampir setengah meter terbungkus rapi oleh kertas kado, namun kepala dari boneka itu dibiarkan muncul keluar. Menoleh keadaan sekitar.

“Sial.”

Umpatan keluar dari bibir gadis 160cm itu. Ia lupa belum membeli benda terpenting untuk acara ini. Percuma ia membeli boneka besar dan juga cake itu jika ia lupa untuk membeli lilin untuk disematkan diatas cake.

Gadis itu kemudian memutar arah kembali menuju mart. Sesampainya di mart, matanya jelalatan. Mencari dimana section para peralatan dan perlengkapan acara ulang tahun berada. Untunglah dalam waktu singkat ia menemukan section yang diincarnya. Bergegas ia raih lilin berbentuk angka 1 sebanyak 3 buah lalu membayar kekasir.

Selama membayar, matanya tak pernah berhenti menatap jam dinding. 11.45, sisa 15 menit lagi ucapnya dalam hati. Tak menunggu sipelayan kasir mengucapkan ‘Terima kasih atas kunjungan anda. Silahkan kembali lain waktu’ gadis itu sudah berlari kencang meninggalkannya.

Dengan kotak cake, boneka singa, dan juga kresek berisi lilin, gadis itu kini sudah sampai didepan pintu apartemen Lee Seunghoon.

Sebelum menekan tombol bel, dikeluarkannya cake dari dalam pelindungnya. Lilin 1 1 1 ditancapkannya dengan mantap diatas cake bertopping buah strawberry itu.

Sepanjang sejarah hidupnya, Seunghoon memang sangat membenci jika lilin yang tertancap adalah angka umurnya, jadi hanya menggunakan 1.11 yaitu tanggal lahirnya sebagai penghias disetiap cake ulang tahunnya. Dinyalakannya satu per satu angka angka yang berdiri kokoh itu dengan lighter.

“Kado, check!. Cake, check!, oh iya lupa!”

Sentuhan terakhir dari semua persiapan ini, dililitkannya pita merah besar diatas kepala. Seolah-olah mengisyaratkan bahwa ia juga sebuah hadiah terbaik untuk ulang tahun temannya itu.

Dengan hanya tangan kiri, gadis itu memencet bel. Tangan kanannya sibuk menyeimbangkan diri untuk tetap menjaga cake berbentuk utuh dan tidak jatuh. Dari dalam apartemen terdengar suara lelaki

“Siapa?”

“Woy Lee Seunghoon cepat buka pintunya!”

Tak perlu waktu lama dan pintu sudah dibukakan dari dalam. Gadis itu lalu membawa seluruh barang bawaannya kedalam apartemen Seunghoon.

Seunghoon yang baru saja selesai mandi dan hanya memakai celana training terkejut akan kedatangan temannya.

“Nam Yura, apa yang kau lakukan..”

Gadis bernama Yura itu sedang asyik menata lilin-lilin yang sempat miring tadinya, sehingga posisi punggungnya persis membelakangi Seunghoon. Tak lama gadis itu berbalik posisi dan berteriak dengan nyaring

“SURPRISEEE!! LEE SEUNGHOON SELAMAT ULANG TAHUN!” “YEAY AKU MENGUCAPKANNYA TEPAT PUKUL 12 MALAM. ASSSA!!”

Seunghoon ternganga melihat ulah teman perempuannya ini. Hingga tak menyadari bahwa dirinya lah si objek yang diberi ucapan-ucapan tersebut.

“Yak Lee Seunghoon! Kenapa bengong saja dari tadi?! Cepat kesini!”

Seunghoon yang masih menganga saking shocknya mengangguk sebentar lalu berjalan menuju Yura.

“Lee Seunghoon. Cepat tiup lilinnya!”

“Eh?”

“Cepat tiup lilinnya! Aku sudah beli capek-capek tauk!”

Yura mengomel kecil, Seunghoon hanya tertawa sambil mengiyakan. Dengan semangat lelaki itu meniup seluruh cahaya dari lilin-lilin itu hingga padam.

“Terima kasih Yura.”

Dengan sigap Seunghoon mencium pipi kanan gadis itu. Yura membeku akibatnya, pipinya pun bersemu merah.

“Kau orang pertama yang mengucapkannya tahun ini. Selamat Nam Yura!”

Barisan gigi kecil Seunghoon tertampang manis saat iya tersenyum sekarang. Yura hanya mengangguk . Dadanya terasa sesak oleh beribu perasaan. Perasaan apa itu? Entahlah. Si empunya pun tak berniat untuk menggalinya lebih dalam.

“Kini hanya satu hal yang tersisa, MEMAKAN CAKE HINGGA HABIS!” seru Seunghoon pada Yura.

“Eum!” sahut Yura dengan mantap.

End

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s