[Orifict] #1 Payung

https%3A%2F%2F36.media.tumblr.com%2Fc362e6842fcc13d94749b8ac42ecd636%2Ftumblr_nvdr8ubzhj1qj3tm8o1_r1_1280

Pic-fic by Noranitas, 2015

#1 Payung

Stella tak pernah menduga bahwa hari ini hujan akan turun di kotanya. Bahkan acara perkiraan cuaca tadi pagi tidak pernah menyebut kata hujan sampai acara usai. Lalu? Tuhan memilih timing yang kurang pas, kata hati Stella.

Stella merutuki ubun-ubunnya yang kini mulai terasa dingin pasca tertimpa ratusan -atau ribuan- air hujan. Keadaan Stella yang tengah mengenakan pleated dress lengan panjang diatas lutut juga merugikan. Belum lagi jika ditengok kedua alas kakinya, sepatu lancip setinggi 8 senti. Jika tahu begini, Stella lebih baik menyetop salah satu taksi didepan hall teater tadi dibandingkan berjalan kaki menyeberangi sebuah jembatan besar untuk sampai disebuah bistro dengan papan nama menyala diujung jalan. Perempuan itu mengutuk perut laparnya ribuan kali hari itu.

Semakin kakinya melangkah, hujan semakin semangat menurunkan lebih banyak lagi butir air. Dan Stella benci hal ini. Kini dress nya berubah konsep menjadi see-through, membalut badannya yang basah.

Tak ada celah untuk bernaung diatas jembatan. Kaki Stella terlalu lelah untuk berlari ke bistro nan jauh tersebut. Matanya jelalatan. Mencari barang sedikit tempat untuk berteduh baginya.

Diseberang jalan. Ya, Stella melihat seorang laki-laki berwajah asia sedang memegang payung untuknya berteduh. Tanpa ragu, Stella berlari keseberang karena prioritasnya saat ini adalah untuk tidak menambah kuyup yang ada pada dirinya. Dengan nafas terengah-engah perempuan dengan rambut lepek nya itu berdiri didepan laki-laki tampan tersebut.

Si empunya payung terdiam. Heran dengan kedatangan sosok Stella yang eum mungkin bisa dibilang ‘berantakan’ dihadapannya. Stella paham akan raut yang terukir diwajah laki-laki tersebut,

“Payung anda muat untuk dua orang, bukan?” laki-laki itu mengangguk ragu.

“Kalau begitu, saya ikut berteduh disini. Hingga hujan reda nanti.” Stella menyunggingkan senyum terlebarnya seiring kalimat berakhir. Laki-laki itu kini tak punya banyak pilihan, selain menunggu hujan bersama perempuan asing yang berbagi payung dengannya.

End

Introducing a pic-fict, a fiction based on a pict. Sekali-kali terbebas dari cast Korea-Korea-an lol and it looks like aku bakal sering nulis beginian in the future. So, pls give me a lot of loveeeeeee!

Advertisements

7 thoughts on “[Orifict] #1 Payung

  1. Hai!

    Sebut saja diri ini(?) Ay, garis 00 ๐Ÿ˜‚๐Ÿ”ซ Ah, Senpai mah badai. Idenya sederhana tapi ngembanginnya itu yang luar biasa. Sampe bingung mau komentar apa lagi๐Ÿ˜‚ Intinya ini BAGUS BANGET๐Ÿ’ž dan Keep writing๐Ÿ’“

    xx, Ay.

  2. Hola Nit akhirnya daku bisa komen di sini huvt komenku yg kmaren entah kenapa tiba2 ke-close terus kehapus gitu argh #kokcurhat XD
    oke back to fic..
    itu gambar siapa ya cowoknya? jo in sung bukan? XD
    jadi intinya si cowok ini ga suka gitu berbagi payung? :0

    • Mungkin komen box nya lelah ka :’)
      Itu kwon sang woo kak eniwei duh ahjussi yg satu itu emg doyan bgt menggetarkan hati dedek (eh)
      Gak kak bukan gitu. Dia pure stranger yg gak bisa nolak pas ceweknya ikut berteduh gitu. Random yak? Duh emg kepala ku ini zzzzz

  3. manis sekali seperrti arbanat ini story nyaaaa :3 tulisannya dan storyline nyaa suka sekali as alwayss aw!! keep writing kaakknit! โค kaknit semangat kaknit terbaik!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s