[Orifict] #2 Dilemma

https%3A%2F%2F36.media.tumblr.com%2Fa34d3e4ba76416c6c38d57dae24b50b1%2Ftumblr_nksn103Ga41qaxegno1_1280

Pic-fict by Noranitas, 2015

#2 Dilemma

Langit Kyoto malam ini dihiasi dengan derai hujan yang kian lebat.

Hitada berjongkok disalah satu etalase toko selagi berteduh dibawah atapnya. Letak Hitada sangatlah samar, diapit oleh dua buah mobil dan jika menatap lurus diposisi Hitada saat ini, kalian akan disuguhi pemandangan sebuah kedai ramen yang mengeluarkan asap tipis dari pintu masuknya.

Sudah tujuh pelanggan menurut hitungan jari Hitada telah masuk dan keluar dari kedai tersebut. Wajah puas dan kenyang terlihat diraut mereka yang keluar dari kedai dan wajah bergegas tertera nampak pada mereka yang memasuki kedai.

Ingin sekali Hitada merasakan hangatnya kedai, karena pemiliknya biasa memanaskan tungku untuk merebus air. Bisa saja para pembeli duduk mengitari tungku selagi menghangatkan kedua telapak tangan mereka.

Hitada ingin sekali.

Belum lagi aroma kaldu yang menyeruak keseluruh penjuru kedai. Memanggil perut yang lapar untuk segera diisi. Bahkan hanya membayangkannya saja Hitada sudah meneguk air liur, tak tahan dengan segala yang disajikan kedai tersebut.

Terdorong nafsu, Hitada merogoh kantung kemeja kucelnya. Berharap barang empat ribu yen berdiam diri disana.

Hitada merasakan lembar kertas diujung indra perabanya. Senyum pun lantas hinggap diwajah lelaki delapan belas tahun tersebut. Tanpa ragu ia keluarkan gumpalan uang kertas hasil kerja kerasnya memburuh hari ini, dihitungnya dengan cermat namun berakhir dengan senyum luntur diwajah lelahnya.

Uang yang ia miliki pas empat ribu yen.

“Hey, kamu!”

Hitada tak lagi mendengar seseorang tengah memanggil dirinya. Lelaki itu masih berpikir, haruskah ia menghabiskan penghasilannya hari ini untuk semangkuk ramen? Atau hal itu justru merugikan Hitada? Hitada mulai pusing dibuatnya.

“Hey!”

Akhirnya Hitada tersadar dari lamunan tak jelasnya. Menatap seorang gadis belia -kira-kira berumur dua tahun lebih muda darinya- yang berdiri didepan pintu masuk kedai.

“Kata ayahku, mari masuk kedalam. Hangatkan dirimu sambil menghirup kaldu ramen hangat disini.”

Walaupun diawal Hitada ragu, namun kini ia telah memutuskan.

Untuk mengucap selamat tinggal pada empat ribu yen miliknya.

End

Random pic fict. Awalnya mau dibikin romance aduhay tapi ditengah jalan muter arah jadi begini. Kenapa namanya Hitada? Karena aku cinta kamu /plak bear with my weirdness pwease

Advertisements

7 thoughts on “[Orifict] #2 Dilemma

  1. Halo Kak πŸ™‚

    Aku suka orific kakak, apalagi ini tentang slice of lifenya kerasa gitu, simple tapi ngena dan kakak udah nyoba buat gak romance hahaha.

    Mau review dikit:
    Kata diβ€” yang menunjukan tempat itu dipisah. (E.g. Di kamar, di posisi, di raut wajah, dll). Terus menurutku ada kalimat yang bisa dijadiin satu paragraph aja hehehe.

    Maaf ya kak kalo kesannya bawel, aku juga masih belajar kok :” keep writing! πŸ™‚

    • Heyya sher! Nah terimakasih sekali kamu udah ngasi tau aku di- dan titik bengeknya itu. Itu selalu jd musuh aku pas nulis :’)
      Eeeee gak bawel kok malah ini bermanfaat sekali hihi anyway thanks ya reviewnyaaaaπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’œπŸ’œπŸ’œ

  2. Orific emang keren banget deh (fanfic juga sih) tapi aku lebih enakan orific daripada fanfic /apaan/

    Suka banget kak sama tulisan kakak yang satu ini, ringan dan gak pake diksi yang terlalu tinggi. Soalnya banyak banget author yg berdiksi wow tapi bikin pembaca sulit mengerti maksud dari fiksi itu sendiri jadi aku lebih suka pembawaan cerita yang kayak kakak gini ehehe

    Btw salam kenal ya kak, panggil aku Bi aja. 01 liner 😊

    P.S :Btw (kalo kakak berkenan) boleh tidak, aku minta visit+followback? Tapi maaf soalnya blog aku masih baruuuu banget bikin jadi acak-acakan hehe Duh maaf ya dateng-dateng rusuh ))): kalo gamau juga gpp kok kak ehehe

    • Heyya bin!! (Gatau aku manggil kamu gini aja ya wkwk)
      Tbh, aku juga lbh dapat flow nulis orifict lebih lancar dibanding nulis ff like i need hours (or maybe days) buat ngerampungin satu ff but only need minutes buat nulis orifict kkkk
      Entah karena diksiku msh kurang (i know this well) atau memang ini gaya nulisku but idk aku lbh senang buat fic ku jd sesimpel mungkin. Biar banyak org bisa mudah mencerna tulisanku wkwkkw.
      Yup salken juga yaaa ^^ aku Nita 97l. Dan aku udah followback+visit kok, cuma blm sempat baca fic mu huhu
      Thanks ya udah mampir ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s