Chanyeol’s Analysis

Chanyeol’s Analysis – Noranitas

Chanyeol &OC || Romance, Drama, College life || G

“Sebelum turun ke pasaran, para pebisnis dihadapkan pada banyak rintangan.” sang bapak tua berkepala plontos berujar di depan kelas. Chanyeol masih memposisikan pena di tangan kanannya. Sesekali mengetuk pantat penanya ke permukaan meja.

“Ya, Pak. Banyak sekali rintangan…” Chanyeol menggumam kesal. Mengulang perkataan sang dosen dengan intonasi yang sedikit lebih menyebalkan. Si pemuda Park sudah kehabisan akal. Ia sudah bosan dengan kelas pengantar bisnis. Dua jam tiga puluh menit waktu studi terasa seperti satu dekade baginya.

“Oleh karena itu, kita butuh suatu tolak ukur dalam membangun sebuah bisnis. Metode yang paling umum digunakan adalah analisis SWOT. Buka halaman 89 di buku kalian.” si dosen kemudian melirik buku sebentar lantas kembali menuliskan rangkaian kalimat di papan tulis. Chanyeol dengan malas menuruti instruksi. Benar saja tulisan SWOT terpampang besar-besar di halaman tersebut.

“Yeol.. bisa sedikit lebih bersemangat, huh?”

Chanyeol refleks menoleh ke arah kiri, tempat dimana perempuan yang sepersekian lalu telah bersua itu duduk. Hari ini wajahnya dihiasi polesan warna peach dan coral. Kemeja putih dan rok berwarna coklat turut andil memperelok tampilan dirinya.

Paling tidak kehadiran Jeonah dapat mencuci mataku dari teori bisnis yang membosankan. Chanyeol berujar dalam hati.

Chanyeol kini menemukan subjek baru. Memandangi wajah Jeonah nyatanya jauh lebih membuatnya excited ketimbang mengetuk-ngetuk pantat pena. Yang di pandangi malah kembali fokus pada materi yang disampaikan oleh sang dosen yang masih betah membahas analisis apalah itu namanya.

Memang kata petuah di masa lalu benar adanya. Cinta itu buta dan cinta dapat mengubah sang jenius seketika menjadi seorang idiot. Buktinya dalam lima menit terakhir, pria bertubuh semampai itu terus memandangi Jeonah. Tiga ratus detik, menatap subjek yang sama, layaknya seorang idiot.

Choi Jeonah, gebetan Park Chanyeol sejak masa orientasi.

Di menit ke enam, akhirnya Jeonah jengah. Walaupun di pandangi oleh pria ganteng seperti Park Chanyeol bukanlah hal yang merugikan, tetap saja ia merasa terganggu.

Sekaligus merasa risih.

Risih karena Jeonah tahu, hatinya sedang berdegup tidak karuan atas tatapan kedua mata Chanyeol yang mengarah padanya.

Gadis itu berdeham, “Yeol…”

“Hmm?” jawab Chanyeol tanpa sedikitpun mengalihkan netranya menjauh dari Jeonah.

“Coba perhatikan bukumu dan mari kita analisis dirimu memakai teori SWOT.” Chanyeol mengerutkan dahinya pasca Jeonah mengakhiri kalimatnya. Uniknya, Chanyeol mau saja mengikuti titah gadis bersurai lurus tersebut.

Jeonah dan Chanyeol melirik ke arah depan kelas untuk terakhir kalinya. Memastikan bahwa bapak berkepala plontos itu masih asyik menjelaskan dan tidak menaruh curiga pada keduanya.

“Oke. Kita mulai.” gadis itu berkata mantap. Chanyeol mengangguk takzim. “SWOT stand for strengths, weaknesses, opportunities and threats. Jadi, aku akan menganalisismu hari ini. Perhatikan baik-baik!” Chanyeol lagi-lagi hanya bisa menggangguk seperti idiot.

Jeonah tak kuasa untuk tidak mengkurvakan bibirnya. Pria ini benar-benar menggemaskan!

“Pertama, strengths. Kekuatanmu terletak pada usaha gigihmu, Yeol. Buktinya saja kau bisa tahan menatapku tanpa berkedip seperti tadi!” Chanyeol terkejut mendengar kalimat yang keluar dari gadis incarannya itu.

Tanpa membuang banyak waktu, Jeonah kembali melanjutkan “Kedua, weaknesses. Kelemahanmu itu malas. Juga cepat bosan. Seperti saat ini, kau terlalu cepat untuk mengatakan bosan pada mata kuliah se-seru pengantar bisnis ini!”

Awalnya Chanyeol hendak membantah. Namun Jeonah kembali membuka mulutnya “Ketiga, opportunities. Peluang. Akan kuberitahu jawabannya nanti-”

“Hey! Mana bisa begitu?” Chanyeol protes namun tidak di gubris oleh Jeonah.

“Keempat, threats. Ancaman? Mungkin ada seseorang diluar sana yang juga menyukaiku. Hahaha aku bercanda!”

“Choi Jeonah! Jawaban analisis dari opportunities tadi apa? Aku penasaran sekali!” Jeonah tersenyum simpul melihat raut ingin-tahu yang terlihat jelas di wajah Chanyeol saat ini. Jeonah kemudian memberi mosi agar Chanyeol mendekatkan telinganya ke sisi Jeonah. Chanyeol ragu. Namun akhirnya ia turuti juga perintah tersebut.

Jeonah berdeham. Membersihkan kerongkongannya kemudian mendekatkan mulutnya ke telinga si pria. Membisikkan jawaban yang Chanyeol tunggu-tunggu.

Jawaban yang nantinya membikin hati Chanyeol membuncah.

“Opportunities mu adalah kau mempunyai peluang untuk menjadi pacarku, Yeol!”

END

note: untuk referensi analisis SWOT bisa di googling yha. akibat mabok materi pengantar bisnis lol

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s