(Got) Fraud

(Got) Fraud

Noranitas presented/Lovelyz’s Kei, SVT’s Joshua/Romance-fail! Slice of life AU/Ficlet/PG-15

Special fic for White-Day EVENT

“Di hari yang ‘putih’ ini, kenapa harus ada akhir yang buruk diantara kita?”

 

 

Katakan saja bahwa pertemuan Kei dan sesosok laki-laki bernama Joshua itu adalah sebuah potongan takdir yang Tuhan berikan kepada keduanya. Kei menyetujui hal ini sejak tiga belas hari yang lalu.

Bagaimana tidak?

Pemuda bermarga Hong itu membuat satu scene apik didepan kedua bola mata Kei tanggal 1 maret silam.

Saat itu jarum pendek arloji yang gadis itu kenakan masih tertuju pada angka sembilan. Hanya terlambat satu jam dari jam biasanya ia pulang dari tempat kerja. Bus menuju rumahnya pun hanya diisi para komuter familiar. Tidak ada yang asing di mata Kei, selain pemuda –yang Kei yakini masih berstatus pelajar- berjaket hitam dan memakai topi bisbol dengan warna senada.

Apa peduliku dengan bocah itu. Kei bersua dalam hati. Toh dirinya sudah lelah dikarenakan laporan setinggi gunung yang harus ia revisi sepanjang hari. Ditambah dengan pulang terlambat, cukup membuat fokus gadis itu tertuju pada satu tujuan. Ingin cepat-cepat berbaring dikasur empuknya.

Bus akhirnya menepi sepuluh menit kemudian. Tanpa menyapa paman supir –seperti yang Kei lakukan hari-hari sebelumnya- Kei lekas melangkah turun dari bus. Belum sempat sepatu mary jane nya menapak anak tangga bus yang pertama, pemuda berpakaian serba hitam-hitam itu dengan sigap medahuluinya. Turun dari bus kemudian melesat lari.

Satu hal yang sangat terlambat Kei sadari. Pemuda itu lari dengan membawa tas tangan miliknya. Ya, milik Kei! Tasnya dicuri.

Baru saja mulut Kei ingin memulai untuk berteriak, seorang laki-laki dari dalam bus lekas berlari keluar dari dalam bus. Kibasan angin malam yang menerpa coat biru malamnya pun seakan-akan membuat fantasi Kei berkembang biak. Laki-laki itu mengejar sang pencuri.

“Nona, sampai kapan kau akan berdiri di pintu keluar bus? Aku harus mengantar penumpang  lainnya, nona.” sindiran paman supir membuat Kei tersadar. Sedari tadi ia hanya melongo didepan pintu bus. Kejadian dua pemuda yang saling mengejar tadi terlalu tiba-tiba untuknya.

Menghindari lebih banyak lagi pasang mata yang menatapnya kesal, akhirnya Kei turun dari bus. Gadis itu berinisiatif untuk menunggu sang laki-laki bercoat itu di depan halte.

“Hey nona cantik!”

Suara lantang itu berhasil mebuat Kei mendongakkan kepalanya. Benar dugaan Kei. Laki-laki itu mengejar si pencuri sialan itu dan mengembalikan tasnya dengan selamat seperti yang sedang terjadi sekarang.

“Lain kali, berhati-hatilah.” titahnya. Sejemang kemudian senyum menghias wajahnya yang lelah. Masih terdengar sengalan diantara nafasnya pasca berlari.

Heroik sekali, bukan?

Beruntung, saat itu Joshua –pemuda bercoat itu- hanya meminta imbalan senilai perkenalan dan nomor ponsel Kei. Yang dikemudian hari, menjadi sarana komunikasi intens diantara keduanya.

Tanggal 14 maret. Tiga belas hari setelah kisah mencengangkan itu terjadi. Kini Kei dan Joshua duduk berhadapan di hadapan meja dengan appetizer terhidang cantik disebuah resto menengah. Resto ini dipenuhi banyak muda-mudi. Jangan tanya kenapa. Hari ini adalah white day, bung!

Setelah kurang dari dua minggu saling mengenal, Kei mengkalkulasikan bahwa hari ini adalah hari yang tepat untuk ‘memperjelas’ hubungan diantara mereka.

Kei memilih untuk menghabiskan menu pembuka terlebih dahulu sebelum memulai aksinya. Joshua hanya bisa tersenyum lebar melihat gadis itu makan dengan lahapnya –seolah-olah ada orang yang ingin merampas makanannya.

“Josh-“

“Kei.”

Keduanya angkat bicara disaat bersamaan. Joshua mempersilahkan Kei untuk menyambung kalimatnya namun Kei menolak.

Siapa tahu Joshua ingin mengucapkan bahwa ia ingin menjadi pacarku? Hihi. Terbesit pikiran macam itu dikepala Kei. Joshua mengangguk saat Kei malah mempersilahkan ia merajut kembali kalimatnya.

“Sebenarnya… setelah mengenalmu cukup lama, aku cukup mengerti dengan keadaanmu, Kei-ah-“ Joshua menatap Kei intens. Memasok kembali sejumput oksigen,

“-dengan rutinitasmu yang monoton –berangkat pagi pulang senja bahkan lembur- aku paham sekali bahwa kau lelah menjalani hidup yang seperti itu, bukan?”

Walaupun Joshua bertanya, Kei tidak menjawab. Kenapa ucapan Joshua tidak mengandung bahkan secuil romantisme? Bukankah hari ini adalah gilirannya untuk mengungkapkan isi hatinya? Kei bingung, namun masih berusaha untuk mendengarkan setiap kalimat dari Joshua secara baik-baik.

“-bahkan kodratmu sebagai perempuan juga menuntutmu untuk pergi berbelanja di mall dan menghabiskan banyak uang. Tapi faktanya, gajimu sebagai karyawan kantoran tidak pernah cukup, bukan?”

Apa-apaan? Kei selalu bisa mengatur baik nafsu belanja maupun keuangan pribadinya dengan baik. Pemuda ini semakin melantur!

“-aku mengerti, Kei-ah. Kau tidak membalas ucapanku karena semua yang kukatakan tadi benar terjadi padamu ‘kan?” Joshua menggangguk-angguk bak seorang peramal yang berhasil membuat pelanggannya puas dengan ocehan ramal yang ia lantunkan, “-oleh karena itu aku ingin membantumu, Kei. Karena kita sudah lama saling mengenal!”

Kei sudah tidak tahan lagi mendengar ocehan pemuda Hong ini. Disaat tiap jengkal resto ini dipenuhi dengan romansa berbunga-bunga, kenapa hanya ia yang merasa seolah-olah seperti idiot. “Apa maksudmu, Josh?”

“Biar aku persingkat. Bergabunglah denganku, Kei!” Joshua berucap mantap. Mengundang kerutan di dahi gadis cantik tersebut.

“-kau hanya perlu menginvestasikan uang senilai gajimu selama sebulan –yang pernah kita bahas sebelumnya di chat- dan biarkan piramida ini bekerja! Kau hanya perlu mencari orang sebanyak-banyaknya untuk meneruskan-“

“Cukup Josh!”

“Dengarkan aku dulu, jadi orang-orang itu mencari orang lagi dan uangmu akan beranak-pinak dan-“

“Joshua Hong!” Kei berteriak. Sukses membuat diam Joshua dan beberapa pasang muda-mudi yang duduk disekitar meja mereka.

“Di hari yang ‘putih’ ini, kenapa harus ada akhir yang buruk diantara kita?” ucap Kei lirih. Joshua terdiam. Tidak mengerti dengan ucapan yang Kei lantunkan sepersekian  detik yang lalu.

“Apa maksudmu, Kei?” dengan bodohnya Joshua malah bertanya balik. Kei segera bangkit dari bangkunya. Memasang mantelnya dengan cepat kemudian merogoh tas selempangnya secepat kilat. Lupakan romans bodoh tentang laki-laki penyelamat yang ditakdirkan untuk menyelamatkannya disaat genting. Lupakan mimpinya tentang mengencani pemuda Hong yang manis dan selalu ada disisinya setiap saat. Lupakan semuanya.

Untuk terakhir kalinya Kei berucap pada laki-laki itu. Laki-laki yang sudah merusak fantasi indah Kei tentang white day,

.

.

“Aku datang kesini untuk berkencan. Bukan untuk mendengar bisnis piramida-mu, tuan Hong!”

.

End

 

 

a/n HAPPY WHITE DAY AND HAPPY BIRTHDAY AEGYO QUEEN NYA SEJAGAT KPOP, KEI UNNIE! Serius maaf ini gagal romens gatau kenapa aku nulisnya aja pen ngakak yaoloh kebayang muka kakjosh jadi om-om mlm gitu lol. Anyway, comments are welcome!!!!!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s